Menjelang Akhir, Catatan untuk Wanita-wanita Tangguh

29 Desember 2008.



Matahari pagi, saat jarum jam tepat di angka 9.

Aku duduk sendirian di tepi lapangan itu.
Tempat dimana 18 hari lagi aku pasti akan kembali berdiri disini.
Mmmmm... mungkin sejak jarum jam tepat di angka 4 pagi, namun tidak sendirian.


Jari-jariku sibuk menggoreskan garis-garis acuan yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Jantungku berdegup ringan menyesapi helaian nafas dari udara segar pagi.
Mataku menerawang,
pikiranku mengawang.
Memetakan setiap detail dalam khayalan,
dari momen besar yang ditunggu-tunggu oleh sekian banyak manusia berpanji oranye.


Aku mengerenyit, meringis, lalu tersenyum.

Berfikir, merasa khawatir, lalu kemudian adrenalin terpacu.
Tertampar bayangan perbincangan semalam dengan panutanku.
Perbincangan berat dan letih,
yang seperti biasa memuat berton-ton wejangan.



Hmmm.. wejangan yang sebenarnya kuhindari,
selama kurang lebih dua minggu yang melelahkan.
Wejangan yang kuhindari,
entah karena aku terlalu takut untuk mendengar kenyataan,
atau karena diriku menolak untuk terpengaruh olehnya.


Hahahah.

tetapi wejangan itu begitu kurindu ternyata.
Selalu membuka mata.
Menampar tanganku yang tengadah untuk menelungkup dan kembali memberi.


Tadi malam, bertatap kembali dengan panutanku mau tidak mau mengantarkan pikiranku kembali ke tepian titik nadirku waktu itu.

Dimana sebuket besar kepercayaan terkoyak seketika.
Membuat hancur lebur kepercayaan diri yang susah peluh dibangun.
Lemas, seakan tiada daya upaya akan apapun.
Salah. Bodoh akan segala hal.



Tapi.. Wanita-wanita ini membuat titik nadirku menjadi tak berarti.
Wanita-wanita lemah yang terdesak untuk berdiri mandiri.
Terdorong menjauhi kodrat sebagai perasa, menjadi seorang pemikir.


Wanita - wanita yang bergerak tanpa arah,

berjalan tanpa dorongan.

Wanita - wanita ini bersama, tapi sendiri.

Terkesan penting, tapi disepelekan.

Wanita - wanita yang tawa dan senyumnya acapkali berbuah negatif,

Tapi tak enggan berpegang erat satu sama lain.
Membangkitkan apa dan siapa yang jatuh



Aku tahu wanitaku,

banyak yang tertawa atas pikiran dan keputusan kita.
Tak sedikit yang mencibir,
atas setiap malam - malam melelahkan tanpa waktu istirahat itu.



Tapi tak ada yang tahu tentang kewajiban ini.

Kewajiban menyelesaikan tanggung jawab yang telah kita mulai,
dengan berat hati.


Cuma kita yang tahu.

Kini kewajiban itu telah menjadi hak.
Hak membuktikan dan menunjukkan,
wanita - wanita lemah nan tangguh ini dapat mencapai tujuan itu
dengan baik.
Terlalu baik.


Kita berkembang.

Menggembung, wanitaku


Dan aku tak pernah menyesal,

menjadi penggerak yang harus selalu tegak.
Tak ada sesal.
Atas pengorbanan hati dan pikiranku di malam hari.
Atau waktu dan tenagaku di siang hari.


Untuk kamu pemimpinku yang tegar,

bersuaralah!
Suaramu, hanya kamu yang ingin kami dengar.
Maafkan atas setiap tetes air mata yg tak pernah bisa kuhapus.
Maaf atas amarah dan kecewa yang tak terbalas.
TERIMA KASIH :') atas segalanya.
Yang sungguh tanpa batas.


Kamu sang pendamping yang setia nan cekatan.

Maafkan atas kebodohan, atas segala benang kusut yang perlu kau urai sedikit demi sedikit,
tanpa aku bisa membantu.
Terima kasih atas segala kesabaran, alarm dan peringatan ({})


Wanitaku yang konyol dan energik,

maafkan atas ketidakmaksimalan usahaku.
Atas kesulitan kamu dalam mengais setiap sen untuk ide - ide bodoh ini.
Terima kasih sayang, atas waktu, semua tawa dan segala dukungan itu.



Aku tahu 18 hari lagi aku akan berdiri kembali di lapangan ini.

Tidak sendirian.
Tentu tidak.

Aku akan ditemani sepasukan tangguh.

Yang dipimpin wanita - wanita tangguh.

Ya ampun, aku sangat cinta kebodohan ini.

Dan saat akhir menjelang,
Aku tahu kita akan menyambut kebanggaan.











Tulisan ini aku buat untuk menyemangati teman-teman Panitia FISIP FUN FAIR 2009,

yang dinominasi oleh perempuan.
Alhamdulillah, pada tanggal 17 Januari 2009, acara tersebut berjalan dengan sukses.
Cerita kami pun, berakhir baik dan menyenangkan.
Usaha dan kerja keras kami, terbayar lunas.


for the sake of FFF 2009's memory.

0 comments :

Post a Comment

 
Menarikan Kata © 2012 | Designed by Rumah Dijual , in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects