Sang Panutan. Saat Terakhir, menurut dia.



30 Desember 2008.



Malam yang sama,

Saat perbincangan melelahkan itu berlangsung
Di ampar bangunan yang kutempati secara tidak permanen.
Bangunan dingin yang lebih kupilih dari kehangatan rumah,
karena hampir 6 bulan lalu panutanku ini mendaulat aku untuk mendampingi dia

Pukul 22.30...

yaaa kurang lebih.

Di tengah pikiranku yang letih

Mencoba mencerna pesan yang coba disampaikan,
Terlontar kata - kata mengejutkan.
Yang tidak hanya menambah gulungan kusut tanpa ujung di otakku,
tapi juga menyumbat tenggorokan, menimbun gumpalan di dada

Dia (panutanku) akan berhenti.

Dan ini saat - saat terakhirnya.

Butuh 5 sampai 10 menit mencerna maksud yang coba dia sampaikan.

Menit - menit berharga mendekati pukul 23.00,
dimana panutanku dan yang lain harus terusir dari bangunan itu.
Meninggalkan alasan lain bagiku untuk tidak tidur nyenyak.

Hmmm.

Sampai sekarang aku masih tidak mengerti alasannya.
(atau lagi - lagi hanya menolak untuk menerima keadaan)

Akan janggal,

Mendapati tak ada lagi lalu lalang dia yang bisa kuamati.

Mungkin bagi sang panutan,

semua ini sudah cukup.

Tapi tidak untuk aku,

yang masih butuh wejangannya, serta bahan - bahan kusut yang kerap dia lempar untuk kuurai.


Aku masih butuh banyak.

Materi untuk otak dan batinku.


Tanpa disadari, aku jadi butuh dia.



Hmmmm.. itu memang pilihan kamu panutanku.

Ini saat kamu meminta jatah hak.
Setelah berjuta kewajiban kamu tanggung tanpa lelah.

Yah,

aku cuma ingin kamu tahu,
kemarin aku bilang sedih itu tidak bohong.
Dan aku tercekat tau !
Betapa kehilangan besar tak bisa lagi melihat karyamu di depan mataku.


Sadar atau tidak panutanku,

tanganmu itu, sedikit banyak
mempengaruhi hidup dan kehidupanku.
Visi dan cara merasaku.


Sampai saat terakhir dia..

Panutanku, si hebat.






Tulisan ini adalah persembahan untuk Stevie Thomas Ramos.

dibuat saat waktu itu dia memutuskan untuk berhenti berkegiatan di kampus.








Stevie Thomas Ramos.

My mentor, a bestfriend, big brother that I never had.
You will always be great.
You will always be in my heart.
Thank for those nights when we talked each others for hours.
I miss you.

0 comments :

Post a Comment

 
Menarikan Kata © 2012 | Designed by Rumah Dijual , in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects