Ini adalah sebuah kisah abu-abu yang akan selalui menghantuiku, entah sampai kapan.
Ya, abu-abu.
Bukan merah jambu yang penuh cinta,
Atau hitam yang penuh duka.
Kisah abu-abu ini tercipta dari sebuah kisah merah jambu yang sangat manis.
Sangat manis, dan tidak ada yang pernah berfikir bahwa kisah ini akan berakhir dengan sadis.
Dalam kisah merah jambu ini aku memiliki pasangan yang luar biasa.
Luar biasa dalam arti kata yang sebenarnya, bukan kata subjektif yang terucap oleh wanita yang tenggelam dalam cinta buta.
Luar biasa, karena dia manis, super baik hati, dan menerimaku apa adanya.
Luar biasa, karena dia membuat diriku luar biasa saat berada bersamanya,
yaitu menjadi diriku sendiri.
Saat-saat yang kami lalui juga luar biasa indah dan menyenangkan.
He is the one, my Mr. Right.
And we both know that we want to live happily ever after, until the end.
Together.
Tapi aku rupanya tidak begitu luar biasa sebagai seorang pasangan.
Banyak mengeluh, memulai pertengkaran.
Aku sering menyia-nyiakan pria luar biasa ini.
Hingga pada akhirnya, pria luar biasa ini mungkin sudah merasa luar biasa muak, dan akhirnya meninggalkanku.
Rasa sayang dan pengertiannya yang luar biasa, aku sia-siakan.
Kedua hal tersebut ternyata ada habisnya juga.
Aku yang tidak pernah berfikir akan kehilangan dia yang begitu memujaku, luar biasa terkejut.
Mimpi-mimpi yang pernah kami bangun bersama, mendadak menjadi debu, meskipun dia berkata :
‘kalau kita jodoh, kita akan bertemu lagi’.
Dan disitulah kisah merah jambu ini, masuk ke dalam lembaran hitam.
Dia yang dulu aku yakin akan kucintai sampai aku mati di hadapan cucu-cucuku, sekarang telah menemukan seseorang yang baru.
Yang mungkin jauh lebih luar biasa sebagai pasangannya, apabila dibandingkan dengan aku.
Begitu juga aku, yang menemukan pria luar biasa lainnya.
Kami berjalan masing-masing, semakin melupakan janji dan mimpi-mimpi yang dahulu.
Setelah hitam, kisah ini pernah masuk ke dalam area abu-abu.
Namun, sepertinya area abu-abu ini hanya terjadi di dalam pikiranku saja, tidak seperti kisah merah jambu dan lembaran hitam yang memang terjadi dalam kenyataan.
Dalam area abu-abu ini aku merasa menyesal.
Menyesal atas kebodohanku, dan berharap hal tersebut dapat terhapuskan.
Aku ragu.
Ya, dalam area abu-abu ini aku merasa ragu.
Ragu atas pasangan luar biasaku saat ini, bahwa kami akan memiliki lembaran cerita yang panjang, karena kami memiliki perbedaan prinsip hidup yang mendasar.
Untuk itu, aku masuk ke area abu-abu ini, mengandalkan mimpi, janji dan si kisah merah jambu yang dulu.
Berharap suatu saat itu akan terulang kembali, ditambah dengan lembaran baru hingga akhir nanti.
Dalam area abu-abu ini, aku berharap si lembaran hitam dan abu-abu ini hanya selingan sementara di kisah merah jambu yang aku miliki dulu.
Dan konsep cinta sampai matiku akan kembali ke pasangan luar biasaku yang dulu.
Hah, harapan kosong dan bodoh.
Menyakiti banyak pihak, dan luar biasa tidak sehat.
Area abu-abu itu kini menjadi kisah merah jambu kembali.
Ya, kisah merah jambu yang kembali manis, dengan pasangan luar biasaku yang baru.
Area abu-abu bodoh itu telah lenyap, terhapus bersama si lembaran hitam.
Dan aku menemukan konsep cinta matiku yang baru,
Bersama pasangan luar biasaku yang baru, yang aku harap mencintaiku sampai matinya.
I Choreograph My Life, and Dance it in Your Mind.
Abu-abu
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Author
@calliandr_a
Archives
Popular Posts
-
Tulisan ini menceritakan tentang enam anak manusia beda kasta, masa lalu, dan ukuran badan yang dipaksa keadaan untuk tidak hanya bers...
-
Rasanya sudah berdekade aku tidak didera gelisah semacam ini. Dulu mungkin ini aku namai rindu. Ini masa yang baru. Saat aku tidak tahu l...
-
Saya baru saja membaca sebuah cerita di dalam Madre karya Dee Lestari yang berjudul Menunggu Layang-layang. Cerita ini mengenai seorang p...
-
People say that growing up can wait. I used to believe it. But well then, apparently it cannot wait. at all. Rasa-rasanya, baru se...
-
"persahabatan itu sebuah proses kompromi." We meet each and everyday. But you are not really there, and I'm also not ther...
-
Sabtu, 25 November 2017. Merayakan Hari Guru di tahun 2017 dengan pulang ke SD Negeri 16 Kutamakmur, Aceh Utara, tempat saya pernah ...
-
30 Desember 2008. Malam yang sama, Saat perbincangan melelahkan itu berlangsung Di ampar bangunan yang kutempati secara tidak per...
-
Hari ini adalah ulang tahun Papa ke-54! Untuk pertama kalinya selama 24 tahun, aku tidak ada di rumah untuk menyelipkan hadiah kejutan at...
-
Ini adalah sebuah kisah abu-abu yang akan selalui menghantuiku, entah sampai kapan. Ya, abu-abu. Bukan merah jambu yang penuh cinta, Ata...
-
Menjadi Kepala Departemen Seni dan Budaya, berhenti dari BEM, atau mencoba posisi lain? Tulisan ini dulu dibuat di tengah kegalauan...
Calliandra. Powered by Blogger.
0 comments :
Post a Comment