Siang itu aku menemukan jajanan menarik di SDN 1 Jatimekar. SDN 1 Jatimekar merupakan sekolah dasar tempat kami, para calon Pengajar Muda penempatan Aceh Utara melaksanakan Prakter Pengalaman Mengajar, sebagai bagian dari Pelatihan Intensif Pengajar Muda. Jajanan itu dibawa oleh Cahaya ke ruang guru saat istirahat. Cireng isi! Cireng isi merupakan jajanan yang cukup khas beredar di kalangan Sekolah Dasar di daerah Jawa Barat. Salah satu jajanan kesukaanku sewaktu SD. Bedanya, cireng yang merupakan akronim dari “aci digoreng” yang biasa aku beli sewaktu SD lebih tipis, kenyal, dan biasanya dimakan dengan saos pedas yang berwarna sangat merah. Harganya? Hanya beberapa ratus rupiah saja.
I Choreograph My Life, and Dance it in Your Mind.
Syifa, Dinda dan Cireng Isi
Cireng yang ini berbeda. Cireng yang dijual di sekolah ini adalah jenis cireng yang sedang ‘trend’ saat ini. Besar, tebal, dan ada isinya. Aku mencoba cireng yang diberikan oleh anak-anak kepada Cahaya itu. Isi cireng tersebut adalah.... katanya ayam. Rasanya gurih dan cukup pedas. Cireng itu didapatkan Cahaya dari seorang murid sebagai hadiah kecil untuk waktu istirahat.
Cireng isi tersebut dijual oleh Syifa, siswa kelas satu bersama Dinda, kakaknya yang duduk di kelas dua. Setiap hari mereka menjajakan cireng isi tersebut di sekolah tanpa kenal lelah. Cireng yang berisi daging ayam, abon, dengan cita rasa pedas itu dijajakan Syifa dan Dinda di sebuah kotak plastik bening. Syifa dan Dinda bercerita... cireng isi tersebut dibeli oleh Ibu mereka dari seorang penjual cireng, dan mereka ditugaskan ibunya untuk menjual kembali cireng itu di sekolah.
Cireng isi jualan Syifa dan Dinda adalah superstar jajanan di sekolah. Setiap hari, cireng tersebut pasti habis ludes terjual. Anak-anak sangat menyukainya. Kami, para guru yang mengetahui bahwa jajanan tersebut tidak sehat pun tak kuasa menahan diri untuk membeli dagangan Syifa dan Dinda tersebut setiap waktu istirahat. Enak. Cireng isi tersebut memang enak. Tapi.... saya pribadi rajin membeli cireng isi tersebut karena tidak tega melihat Syifa dan Dinda yang tidak bisa bermain saat waktu istirahat karena harus berjualan.
Setiap istirahat, Syifa dan Dinda sibuk menjajakan cireng isi tersebut... dan baru akan mulai bermain apabila cireng tersebut telah habis. Suatu hari, ada kejadian mengharukan yang tertangkap oleh mataku saat istirahat siang itu. Siang itu, Cahaya dan Ratih mengajak anak-anak bermain di lapangan saat istirahat. Seperti biasa, di lorong sekolah ada anak perempuan dengan kotak plastik bening berisi cireng yang dirubungi oleh teman-temannya yang kelaparan. Seperti biasa juga... saya kemudian menghampiri kerumunan tersebut untuk ikut membeli cireng. Ketika saya berhasil menyeruak ke dalam kerumunan tersebut, ternyata yang menjajakan cireng tersebut bukanlah Syifa atau Dinda.... tetapi Dini, sendirian.
Ketika kutanya, kenapa dia yang duduk menjajakan cireng tersebut, Dini menjawabnya dengan sederhana, sambil merapikan uang hasil berjualan dan cireng yang tersisa di dalam kotak. “Syifa sama Dinda ingin main bu dengan Ibu Guru...”
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Author
@calliandr_a
Archives
Popular Posts
-
Tulisan ini menceritakan tentang enam anak manusia beda kasta, masa lalu, dan ukuran badan yang dipaksa keadaan untuk tidak hanya bers...
-
Rasanya sudah berdekade aku tidak didera gelisah semacam ini. Dulu mungkin ini aku namai rindu. Ini masa yang baru. Saat aku tidak tahu l...
-
Saya baru saja membaca sebuah cerita di dalam Madre karya Dee Lestari yang berjudul Menunggu Layang-layang. Cerita ini mengenai seorang p...
-
People say that growing up can wait. I used to believe it. But well then, apparently it cannot wait. at all. Rasa-rasanya, baru se...
-
"persahabatan itu sebuah proses kompromi." We meet each and everyday. But you are not really there, and I'm also not ther...
-
Sabtu, 25 November 2017. Merayakan Hari Guru di tahun 2017 dengan pulang ke SD Negeri 16 Kutamakmur, Aceh Utara, tempat saya pernah ...
-
30 Desember 2008. Malam yang sama, Saat perbincangan melelahkan itu berlangsung Di ampar bangunan yang kutempati secara tidak per...
-
Hari ini adalah ulang tahun Papa ke-54! Untuk pertama kalinya selama 24 tahun, aku tidak ada di rumah untuk menyelipkan hadiah kejutan at...
-
Ini adalah sebuah kisah abu-abu yang akan selalui menghantuiku, entah sampai kapan. Ya, abu-abu. Bukan merah jambu yang penuh cinta, Ata...
-
Menjadi Kepala Departemen Seni dan Budaya, berhenti dari BEM, atau mencoba posisi lain? Tulisan ini dulu dibuat di tengah kegalauan...
Calliandra. Powered by Blogger.
kereeen...salut..lucuu... :D
ReplyDelete