Gamang.
Apakah kamu pernah merasa memahami dan meraba-raba dalam satu saat yang bersamaan? Itu yang aku rasakan selama 3 minggu menjalani kehidupan baru ini yang sebenarnya hanyalah suatu masa transisi, katakanlah..... orientasi babak baru.
Unik.
Tahun demi tahun berlalu, kamu terbentuk menjadi seorang individu yang unik, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara kebetulan, tahun demi tahun yang kamu lewati tersebut memberikan kamu ruang untuk menjadi “pahlawan super” di habitatmu masing-masing.
Suatu hari.... BOOM!
Tiba-tiba kamu menemukan bahwa kamu berada di suatu tempat terbaik, mendapat sebuah kehormatan besar, karena keseluruhan paket lengkap tersebut yang kamu miliki. Lengkap, selengkap baik dan buruknya. Percaya, dan dipercaya secara besar.
Menjadi ironis.
Ketika kamu dikumpulkan dengan paket-paket lengkap lainnya untuk dikembangkan dan diharapkan dapat saling melengkapi serta menyerap “kekuatan super”-nya satu sama lain, tiba-tiba kamu menjadi kryptonite untuk satu sama lain.
Lucu.
Efek kryptonite tersebut berbeda-beda. Ada yang membuat kamu yang lincah dan ceria menjadi padam seketika. Ada yang membuat kamu yang biasa mengamati, menjadi lebih tertarik untuk bersuara keras. Destruktif-kah¬? Tergantung bagaimana dan darimana kamu melihatnya.
Sepele?
Banyak proses dalam 3 minggu ini yang rasa-rasanya sepele. Yang rasa-rasanya kok... sudah aku pahami diluar kepala. Tidur bersama-sama, berhimpit di bawah satu atap. Mengantri mandi dan hiruk pikuknya. Dilepas, diterjun ke hutan. Refleksi, motivasi, kepemimpinan... dan ini itu lainnya.
Rabaan baru, ternyata.
Salah itu apabila kamu kata ini sepele. Setiap apa yang kamu pernah jalani.. semua pengulangan itu, adalah baru. Aku, meraba-raba lagi. Meraba ulang endapan lama hasil dari berbagai tempaan pendidikan, dan kepemimpinan. Diraba, dipoles, genggam dan endapkan kembali.
Merasa pintar? Pikir lagi. Merasa paling pintar? Pulang saja.
Upamakanlah kamu sedang terapung.
Ya, aku sedang mengapung.
Terapung.
Mencari-cari massa jenis yang tepat supaya aku seimbang.
Anggaplah aku ini kain. Titik keseimbanganku adalah saat aku menyerap cukup air, namun tidak membuatku tenggelam. Aku harus tetap mengapung, dalam arti aku menemukan keseimbangan, bukan bergoyang-goyang kehilangan arah di dalam air. Tidak tahu harus menyelam ke dasar, atau muncul ke permukaan... agar eksistensiku tetap terjaga, dan aku dapat terlihat.
I Choreograph My Life, and Dance it in Your Mind.
Mengapung
Mengapung.
Saat aku mencapai permukaan, aku meraba kembali.
Saat aku menyentuh dasar, aku memahami.
Saat aku mengapung, aku mencapai kesimpulan baru.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Author
@calliandr_a
Archives
Popular Posts
-
Tulisan ini menceritakan tentang enam anak manusia beda kasta, masa lalu, dan ukuran badan yang dipaksa keadaan untuk tidak hanya bers...
-
Rasanya sudah berdekade aku tidak didera gelisah semacam ini. Dulu mungkin ini aku namai rindu. Ini masa yang baru. Saat aku tidak tahu l...
-
Saya baru saja membaca sebuah cerita di dalam Madre karya Dee Lestari yang berjudul Menunggu Layang-layang. Cerita ini mengenai seorang p...
-
People say that growing up can wait. I used to believe it. But well then, apparently it cannot wait. at all. Rasa-rasanya, baru se...
-
"persahabatan itu sebuah proses kompromi." We meet each and everyday. But you are not really there, and I'm also not ther...
-
Sabtu, 25 November 2017. Merayakan Hari Guru di tahun 2017 dengan pulang ke SD Negeri 16 Kutamakmur, Aceh Utara, tempat saya pernah ...
-
30 Desember 2008. Malam yang sama, Saat perbincangan melelahkan itu berlangsung Di ampar bangunan yang kutempati secara tidak per...
-
Hari ini adalah ulang tahun Papa ke-54! Untuk pertama kalinya selama 24 tahun, aku tidak ada di rumah untuk menyelipkan hadiah kejutan at...
-
Ini adalah sebuah kisah abu-abu yang akan selalui menghantuiku, entah sampai kapan. Ya, abu-abu. Bukan merah jambu yang penuh cinta, Ata...
-
Menjadi Kepala Departemen Seni dan Budaya, berhenti dari BEM, atau mencoba posisi lain? Tulisan ini dulu dibuat di tengah kegalauan...
Calliandra. Powered by Blogger.
0 comments :
Post a Comment